Masalah Juventus: Miralem Pjanic Kelelahan Dan Performanya Selembut Kain Sutra

Masalah Juventus: Miralem Pjanic Kelelahan Dan Performanya Selembut Kain Sutra

Mantan presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli, baru saja mengomentari performa gelandang yang saat ini berusia 29 tahun, Miralem Pjanic. Pemain asal Bosnia tersebut dinilai mengalami kelelahan dan jika diibaratkan performanya nampak seperti selembut kain sutra.

Seperti yang kita tahu, Miralem Pjanic memulai karirnya di Italia saat dibeli AS Roma dari Lyon pada musim 2011/2012 lalu. Saat itu, Roma harus menebus Miralem Pjanic dengan harga sebesar 11 juta euro.

Bersama Roma, Pjanic berhasil menunjukkan penampilan yang begitu bagus dan menjadi pemain kunci. Bahkan sudah banyak klub yang tertarik memakai jasanya. Namun, Pjanic memilih pindah ke Juventus pada 2016. Juventus menebus dan harus membayar sebesar 32 juta euro.

Seperti yang kita tahu, Performa Pjanic terus berhasil menunjukkan keberhasilan dimana dirinya berhasil menanjak bersama Juventus. Dirinya mampu menutup lubang yang ditinggalkan Andrea Pirlo di lini tengah Juventus. Pjanic bahkan ikut memberikan tiga gelar scudetto kepada Si Nyonya Tua.

Masalah di Lini Tengah Juventus

Dan saat ini situasinya Juventus berada dalam performa yang tidak cukup bagus. Dalam tiga laga terakhir, Juventus dua kali menelan kekalahan di Serie A. Juventus pun harus di perhadapkan pada posisi harus kehilangan posisi puncak klasemen.

Banyak kalangan menyoroti kinerja lini tengah Juventus. Apa sebabnya? Dimana ini karena pelatih Maurizio Sarri selalu mengubah susunan pemain di lini itu. Cobolli Gigli pun tidak menampik bahwa ada permasalahan di lini tengah. Berikut ini ujar tanggapan dari Cobolli Gigli terkait hal tersebut.

“Masalah di lini tengah adalah tentang psikologis,” ucap Cobolli Gigli dikutip dari Fottball Italia.

“Miralem Pjanic sepertinya selembut mozzarella. Dia nampak kelelahan, dan mungkin butuh waktu istirahat. Masalah di lini tengah harus segera dirampungkan,” sambung Cobolli Gigli.

Seperti yang kita tahu, Miralem Pjanic menjadi pemain yang sangat penting di era kepelatihan asal Italia, Maurizio Sarri. Dari 23 laga yang sudah dimainkan Juventus di Serie A, pemain berusia 29 tahun sudah memainkan 21 laga dengan 20 kali sebagai pemain inti.

Juventus Bosan Juara?

Banyak pertanyaan yang semakin membuat spekulasi sendiri. Hingga akhirnya Cobolli Gigli meyakini bahwa masalah yang dihadapi Juventus bukan soal mental. Pemain asal Argentina, Paulo Dybala dan kolega masih punya ambisi besar, walau sudah meraih gelar Serie A beruntun untuk waktu yang lama. Para petinggi Juventus juga masih punya ambisi yang sama besarnya dan tentu ingin meraih prestasi lainnya yang lebih membanggakan pastinya.

“Mempercayai pemain bosan menjadi juara nampak agak dramatis jika melihat investasi besar yang dilakukan,” kata Cobolli Gigli.

“Keluarga Agnelli sudah melakukan transaksi yang beresiko, tetapi mereka adil. Andrea Agnelli adalah seorang motivator yang handal, mungkin dia satu-satunya yang bisa menyesaikan masalah ini karena dia akan selalu didengar,” tutup Cobolli Gigli.